Desa Windurojo – Keluhan datang dari sejumlah warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kab Pekalongan terkait pelayanan pemerintah desa yang dinilai kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat.
Peristiwa ini mencuat saat seorang warga dalam kondisi sakit membutuhkan penanganan segera dan harus dibawa ke fasilitas kesehatan. Keluarga dan warga sekitar berinisiatif meminta bantuan mobil siaga desa yang diketahui tersedia. Namun, harapan tersebut pupus setelah pihak pengelola mobil siaga tidak mengizinkan kendaraan tersebut digunakan.
Ironisnya, penolakan tersebut disertai alasan bahwa mobil siaga akan digunakan untuk keperluan lain, yakni perjalanan non-darurat. Kondisi ini membuat warga kecewa dan merasa tidak mendapatkan pelayanan yang seharusnya menjadi hak mereka.
Karena situasi yang mendesak, warga akhirnya mengambil langkah darurat dengan membawa orang sakit tersebut menggunakan truk engkel. Perjalanan dengan kendaraan yang tidak layak untuk pasien ini tentu menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan pasien.
Sejumlah warga menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai keberadaan mobil siaga desa seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti mengantar orang sakit, ibu melahirkan, atau kejadian mendesak lainnya.
“Mobil siaga itu kan untuk warga, apalagi kalau ada yang sakit. Kalau tidak bisa digunakan saat dibutuhkan, lalu untuk apa disediakan?” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Warga Desa Windurojo berharap pemerintah desa segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan, khususnya terkait penggunaan fasilitas desa. Mereka menginginkan adanya aturan yang jelas dan tegas agar mobil siaga benar-benar difungsikan sesuai peruntukannya, yakni untuk kemaslahatan masyarakat.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, yang mendambakan pelayanan publik yang lebih tanggap, adil, dan berpihak pada kebutuhan warga.
(Laporan warga )














