Delapan Sapi Raib Program Ketahanan Pangan Di Desa Tambakroto Dipertanyakan, Kandang Sapi di Dukuh Winong Kini Kosong

  • Bagikan

PEKALONGAN – Program ketahanan pangan Bantuan gubenur  di Desa Tambakroto, khususnya di Dukuh Winong, menjadi sorotan warga setelah kandang ternak yang dikelola kelompok ternak setempat kini terlihat kosong tanpa adanya hewan ternak.

Pantauan di lokasi menunjukkan kandang yang dulunya digunakan untuk pemeliharaan sapi saat ini tidak lagi berisi hewan ternak. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai kelanjutan program yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Sejumlah warga menjelaskan bahwa sekitar dua tahun lalu, kandang tersebut diisi sebanyak 12 ekor sapi yang dikelola oleh kelompok ternak warga Dukuh Winong. “Dulu ada sekitar dua belas ekor sapi yang dipelihara oleh kelompok ternak warga sini, tapi sekarang memang sudah tidak ada lagi,” ujar salah satu warga.

Program peternakan sapi tersebut sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan desa. Namun kegiatan pemeliharaan ternak kini tidak berjalan di lokasi lama, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Didik Utomo,Selaku ketua kelompok ternak  ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa pengelolaan dana hibah bantuan gubenur  untuk peternakan sapi masih berjalan.  Awalnya ada 8 ekor sapi, Ia menyebutkan ternak sapi akan dipindahkan ke lokasi kandang baru karena di sebelah area kandang lama sedang dibangun mushola. “Rencananya sapi akan dipindahkan kandangnya karena di sebelah lokasi kandang sekarang sedang dibangun mushola, dan membenarkan sudah 2 tahun kandang kosong dan lagi mencari tempat untuk pembangunan kandang,” jelasnya.

Meski demikian, warga berharap pihak Kelompok ternak dan instansi terkait memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai keberadaan ternak serta kepastian kelanjutan program ketahanan pangan di Dukuh Winong. Masyarakat menilai transparansi sangat penting agar program dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga. Hingga kini, warga masih menunggu kejelasan terkait keberadaan 8 ekor sapi tersebut.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *