KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan di Mapolres, Diduga Terkait OTT Bupati Fadia Arafiq

  • Bagikan
Oplus_16908288

PEKALONGAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan di Polres Pekalongan Kota, Selasa (3/3/2026). Pemeriksaan tersebut diduga berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya menjaring Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Sejak pagi, sejumlah mobil dinas pelat merah milik jajaran Pemkab Pekalongan terpantau terparkir di halaman Mapolres. Setidaknya terdapat lima kendaraan dinas, yakni Toyota Rush G-1269-XB, Toyota Avanza G-1090-XB, Toyota Rush G-1223-XB, Toyota Rush G-84-B, dan Toyota Rush G-1256-XB.
Empat mobil terparkir di halaman Mapolres, sementara satu kendaraan lainnya terlihat parkir di pinggir Jalan Diponegoro, Kota Pekalongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya empat pejabat tinggi Pemkab Pekalongan menjalani pemeriksaan di lantai dua gedung Mapolres. Tiga di antaranya merupakan kepala dinas dan satu lainnya kepala bagian.
Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan oleh KPK di kantornya.

“Iya benar ada pemeriksaan dari KPK. Ada dua ruangan yang digunakan yaitu di aula dan posko, semuanya di lantai dua,” ujar Purno kepada wartawan.
Ia menjelaskan, KPK meminjam tempat di Mapolres Pekalongan Kota untuk kepentingan pemeriksaan. Namun, pihak kepolisian tidak mengetahui secara rinci siapa saja yang diperiksa maupun materi pemeriksaannya.

“Saya tidak tahu siapa-siapa yang diperiksa dan materinya juga tidak tahu,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di wilayah Jawa Tengah, tim penyidik mengamankan sejumlah pihak, termasuk Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Ia langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci kasus yang menjerat para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *