Terkuak Sosok Iwan Babeh di Balik Sewa Pendopo Nusantara: Orang Kuat Asal Kesesi, Berpengaruh di Birokrasi Hingga Penegak Hukum

  • Bagikan
Oplus_16908288

SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – Dokumen perjanjian sewa menyewa lahan dan bangunan bekas Pendopo Nusantara akhirnya tersebar ke publik. Dari berkas tersebut, terungkap nama sosok berpengaruh di kalangan pengusaha dan kontraktor Kabupaten Pekalongan, yaitu Iwan Setiawan atau yang lebih akrab disapa Iwan Babeh. Nama ini kini menjadi sorotan utama di tengah memanasnya isu pengelolaan aset daerah tersebut.

Fakta ini diungkapkan oleh Mustofa, seorang aktivis Kabupaten Pekalongan, setelah mendapatkan dan meneliti isi dokumen resmi perjanjian tersebut. Menurut penelusurannya, sosok yang biasa disapa Babeh ini merupakan pengusaha muda asal Kecamatan Kesesi yang dikenal memiliki akses dan pengaruh sangat luas. Ia disebut sebagai salah satu orang kepercayaan Bupati Non Aktif Pekalongan serta memiliki jaringan lobi yang kuat, tidak hanya di lingkaran birokrasi pemerintahan, namun juga hingga ke kalangan Aparat Penegak Hukum, baik di lingkungan Kejaksaan maupun Kepolisian.

“Terkuak nama Iwan Setiawan atau lebih dikenal sebagai Iwan Babeh, seorang pengusaha yang memiliki pengaruh kuat di kalangan kontraktor Kabupaten Pekalongan. Ia adalah pelobi kepercayaan, punya jaringan kuat di birokrasi hingga penegak hukum, sehingga sangat lincah dan mudah mendapatkan berbagai keistimewaan,” ungkap Mustofa.

Pelobi Ulung dengan Segudang Prestasi Bisnis

Lebih dalam, Mustofa menjelaskan bahwa nama Iwan Babeh kian mencuat belakangan ini seiring sorotan publik terhadap kontrak Pendopo Nusantara. Sosok ini dinilai sebagai “orang kuat penuh prestasi” dalam dunia lobi selama masa pemerintahan Bupati Non Aktif Pekalongan, terhitung sejak tahun 2021 hingga sekarang.

Namun, peran Iwan tidak hanya sebatas pemegang hak sewa aset Pendopo Nusantara. Namanya kerap disebut-sebut berada di balik berbagai proyek strategis pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Di kalangan kontraktor lokal, Iwan Babeh dan beberapa sejawatnya dikenal sebagai pelaku usaha yang menjadi langganan pemenang tender atau pengelola proyek pemerintah dalam kurun waktu pemerintahan tersebut berjalan.

Prestasi bisnisnya dinilai sangat bersinar, bahkan dianggap menonjol dibandingkan kondisi umum dunia usaha rekanan pemerintah di Kabupaten Pekalongan yang menurut banyak kalangan justru lesu dan sulit berkembang. Keberhasilan dan kelancaran usahanya itu pun membuat banyak pihak, termasuk rekan-rekan media, ingin mengulik kisah suksesnya untuk dijadikan contoh dalam biografi pengusaha daerah.

“Di kalangan kontraktor lokal, Iwan Babeh adalah nama besar. Ia menjadi langganan pengadaan dan konstruksi sejak 2021 hingga sekarang. Prestasinya sangat bersinar di tengah kondisi usaha yang lesu. Banyak yang ingin mengulik kisah suksesnya itu sebagai contoh,” tambah Mustofa.

Hebatnya Jaringan, Tak Tersentuh Hukum Meski Koleganya Ditangkap

Ada satu hal yang dinilai paling mencolok dan menjadi perhatian utama publik hingga kalangan pengamat. Hingga saat ini, nama Iwan Babeh sama sekali tidak terseret atau disebut dalam pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, kasus tersebut telah menyeret nama Bupati Non Aktif Pekalongan beserta sejumlah pejabat dan pengusaha lainnya yang kini berada di balik jeruji besi.

Bagi para penggiat pengawasan, kemampuan Iwan Babeh untuk tetap berjalan aman dan tidak tersentuh hukum meski lingkaran terdekat dan atasannya kini berada dalam tahanan, dianggap sebagai kehebatan tersendiri. Ia dinilai mampu menjaga jarak dan memanfaatkan jaringan komunikasi yang sangat rapi dengan para penegak hukum, lingkaran kekuasaan, hingga pengusaha nasional.

“Inilah luar biasanya Iwan Babeh. Dengan kemampuan lobi dan jaringan yang dimilikinya, ia mampu menghindar dari persoalan hukum yang menimpa rekan-rekan dan koleganya, padahal namanya sangat lekat dengan berbagai proyek dan kebijakan strategis daerah. Ia tetap aman, sementara yang lain tertangkap,” tegas Mustofa.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *