KAJEN, sahabatnkri.com – Warga menyoroti pelaksanaan pembangunan Pasar Darurat Kajen di Kabupaten Pekalongan setelah papan proyek menunjukkan nilai pekerjaan mencapai Rp1.642.000.870. Hingga kini, lokasi pembangunan disebut masih berupa lahan terbuka dan belum terlihat bangunan pasar berdiri.
Sorotan masyarakat muncul setelah dilakukan konfirmasi ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB), pekerjaan tahap awal berupa keprasan dan urugan tercatat senilai Rp1.070.362.819.
Program pembangunan pasar darurat tersebut merupakan bagian dari sub kegiatan Penyediaan Sarana Distribusi Perdagangan Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran mencapai Rp6.398.000.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen atau Rp5.763.963.987 sebelum pajak.
Adapun rincian anggaran meliputi:
Pekerjaan persiapan: Rp31.086.918
Keprasan dan urugan: Rp1.070.362.819
Bangunan kios 254 unit: Rp1.179.979.371
Bangunan los 1.344 unit: Rp1.621.771.000
Bangunan beceran 222 unit: Rp198.928.538
Kantor, mushola dan toilet: Rp187.935.637
Infrastruktur dan penunjang: Rp1.197.715.383
Mekanikal elektrikal: Rp185.086.317
Plumbing: Rp634.036.038
Pasar darurat tersebut direncanakan memiliki berbagai fasilitas penunjang aktivitas perdagangan masyarakat, mulai dari kios, los, hingga sarana pendukung lainnya.
Kepala Bidang di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pekalongan, Ida, menjelaskan bahwa pekerjaan telah berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
Menurutnya, kontrak pekerjaan dengan nomor SPK 005/DRRT.KJN/PPK/VIII/2025 ditandatangani pada 15 Agustus 2025 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender dan nilai pekerjaan Rp1.642.000.870. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Satriya Pinandhita Pekalongan.
“Pekerjaan yang dilaksanakan saat ini merupakan tahap awal yaitu urugan dan talud sebagai persiapan pembangunan pasar darurat,” jelasnya.
Ia menambahkan, nilai pekerjaan awal tersebut sekitar Rp1.070.362.819 yang difokuskan pada penyiapan lahan sebelum pembangunan fisik pasar dilakukan.
Meski demikian, sejumlah warga mengaku mempertanyakan progres pembangunan karena lokasi proyek masih terlihat seperti lahan kosong. Mereka mengaku baru melihat aktivitas pengurugan Dan pembangunan Talud tanah tanpa adanya pembangunan kios maupun los pasar.
Warga berharap pembangunan pasar darurat segera direalisasikan sesuai rencana serta ada keterbukaan informasi mengenai perkembangan proyek, mengingat nilai anggaran yang cukup besar.














