KABUPATEN PEKALONGAN – 19-03-2026-Sejumlah aktivis di Kabupaten Pekalongan mengangkat bicara terkait dinamika pemerintahan daerah yang tengah menjadi sorotan publik. Aktivis Islah menyatakan dukungannya kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq untuk membuka secara terang benderang persoalan yang terjadi dalam roda pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati Sukirman.
Menurut Islah, langkah keterbukaan sangat penting guna menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap dalam proses persidangan yang akan datang, Fadia Arafiq dapat bersikap transparan dan menyampaikan fakta yang sebenarnya.
“Kami berharap Ibu Fadia bisa membuka tabir kebenaran secara jelas di persidangan. Ini penting agar masyarakat tidak terus berspekulasi dan mendapatkan kepastian atas apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Islah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seorang kepala daerah tidak bekerja sendiri dalam menjalankan pemerintahan. Terdapat unsur-unsur lain dalam struktur pemerintahan yang memiliki peran strategis, seperti wakil bupati, sekretaris daerah (sekda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat.
“Dalam sistem pemerintahan, tentu tidak mungkin bupati bekerja sendiri. Ada wakil bupati, sekda, kepala OPD, dan camat yang turut terlibat dalam menjalankan roda pemerintahan. Ini yang juga perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, Islah mengajak masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan memberikan dukungan moral kepada Fadia Arafiq selama menjalani masa penahanan selama 20 hari yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kita sebagai warga Kabupaten Pekalongan tetap mendoakan yang terbaik. Semoga Ibu Fadia diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan,” tambahnya.
Situasi ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Pekalongan agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.














