SAHABATNKRI.COM, PEKALONGAN – Semangat gotong royong dan kemandirian warga kembali terlihat di Dukuh Sawahan, Desa Mendolo, Kabupaten Pekalongan. Pada Minggu (28/6/2026), masyarakat setempat secara swadaya melaksanakan perbaikan talud atau penahan tebing di sekitar jembatan yang sudah rusak dan berisiko longsor. Kegiatan ini dilakukan demi menjaga keamanan akses jalan dan melindungi infrastruktur yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga.
Pekerjaan ini sepenuhnya dikerjakan oleh warga setempat tanpa melibatkan tenaga kerja dari luar. Mulai dari pengangkutan material hingga pemasangan bangunan, semuanya dilakukan secara bergotong royong sebagai wujud kepedulian bersama terhadap keselamatan pengguna jalan.
Saat dikonfirmasi awak media, salah satu warga, Udin, menyebutkan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan ini cukup besar. Material yang digunakan meliputi batu belah dalam jumlah puluhan truk, pasir, dan bahan bangunan lainnya.
“Total biaya yang dikeluarkan mencapai puluhan juta rupiah. Dana ini murni berasal dari urunan warga Dukuh Sawahan saja, tidak ada bantuan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa,” tegas Udin.
Selain mengumpulkan dana, seluruh tenaga yang digunakan juga bersifat sukarela tanpa menerima imbalan upah. Menurutnya, kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya fasilitas umum menjadi alasan utama warga bersedia meluangkan waktu dan tenaga.
“Kami sadar jika tebing ini dibiarkan rusak, bisa longsor dan membahayakan saat musim hujan tiba. Maka kami bersatu, mengumpulkan dana dan tenaga agar hasilnya kuat dan aman digunakan,” tambahnya.
Warga berharap hasil kerja keras ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar. Di sisi lain, mereka juga berharap ke depannya pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi infrastruktur desa, sehingga fasilitas umum yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat dapat terawat dan terjaga kualitasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kemandirian masih sangat kuat di tengah masyarakat Dukuh Sawahan dalam membangun dan menjaga lingkungannya sendiri.














