SAHABATNKRI.COM | KAJEN, SahabatNKRI.com – Keberadaan Monumen Asmaul Husna atau gapura Asmaul Husna yang berada di pintu masuk Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan masyarakat. Kondisi monumen yang merupakan salah satu ikon Kabupaten Pekalongan itu dinilai memerlukan perhatian serius karena terlihat kurang terawat.
Berdasarkan pantauan masyarakat, monumen tersebut tampak kusam, dipenuhi noda kotor, terdapat sejumlah retakan pada bagian bangunan, serta beberapa lampu penerangan yang sebelumnya terpasang kini sudah hilang atau tidak berfungsi. Kondisi tersebut dinilai mengurangi keindahan wajah ibu kota Kabupaten Pekalongan.
Sorotan masyarakat semakin menguat mengingat saat ini Kabupaten Pekalongan tengah memasuki bulan Agustus yang identik dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia Ke 81 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 404. Masyarakat berharap seluruh ikon daerah, termasuk Monumen Asmaul Husna, dapat tampil bersih, indah, dan terawat.
Selain menjadi ikon daerah, masyarakat menilai Monumen Asmaul Husna memiliki nilai religius yang tinggi. Asmaul Husna merupakan nama-nama Allah SWT yang mulia sebagaimana dikenal dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, masyarakat berharap keberadaannya dijaga dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan sekaligus menjaga estetika kawasan.
“Kami menyayangkan jika monumen yang memuat Asmaul Husna dibiarkan dalam kondisi kotor, retak, dan lampunya banyak yang hilang. Semoga segera mendapatkan perawatan agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar salah seorang warga.
Menanggapi kritik dan masukan masyarakat tersebut, Yulian Akbar memberikan respons cepat. Ia menyatakan akan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan agar kondisi Monumen Asmaul Husna dapat segera dilakukan pengecekan dan penanganan.
“Kritik dan masukan masyarakat kami terima dengan baik. Kami akan segera menyampaikan dan berkoordinasi dengan DPU Taru Kabupaten Pekalongan agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Julian Akbar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan pembersihan, perbaikan retakan, penggantian lampu yang hilang, serta penataan ulang kawasan Monumen Asmaul Husna sehingga kembali menjadi ikon Kabupaten Pekalongan yang indah, representatif, dan mencerminkan nilai religius yang terkandung di dalamnya.














