Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Pekalongan Serahkan Puluhan Alsintan dan Bantuan Pangan

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM | KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyerahkan berbagai bantuan sektor pertanian sekaligus melaunching penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras bagi masyarakat penerima manfaat, Kamis (20/8/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pekalongan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, mengatakan sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca yang tidak menentu, kenaikan harga sarana produksi pertanian, hingga keterbatasan lahan.

Meski demikian, Pemkab Pekalongan tetap berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional. Pada 2026, Kabupaten Pekalongan menargetkan produksi padi mencapai 222.221 ton, jagung 12.600 ton, dan tebu sebanyak 115.903 ton.

“Target ini tentu tidak ringan. Karena itu, bantuan yang kita serahkan hari ini diharapkan dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Yudhi.

 

Berbagai bantuan pertanian yang diserahkan antara lain 37 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut terdiri dari tujuh unit combine harvester, satu unit pompa air, 20 unit traktor roda dua, lima unit traktor crawler, dan empat unit traktor roda empat.

Selain alsintan, bantuan juga berupa benih bawang putih untuk empat kelompok tani di Kecamatan Petungkriyono, alat pascapanen kopi untuk kelompok tani di Kecamatan Lebakbarang, serta bibit tebu bongkar ratoon.

Untuk komoditas tebu, Kabupaten Pekalongan menargetkan pengembangan lahan hingga 235 hektare pada 2026.

Sementara itu, melalui APBD Kabupaten Pekalongan, pemerintah daerah memberikan bantuan ternak kambing, sapi, dan ayam ras petelur kepada 16 kelompok tani. Bantuan lainnya berupa paket benih bawang merah dan sarana produksi pertanian (saprodi) bagi kelompok tani di sejumlah wilayah.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa bantuan benih padi untuk empat kelompok tani di Kecamatan Doro dan Talun.

Sedangkan melalui dukungan DBHCHT dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, disalurkan satu unit gudang tembakau beserta sarana pendukung, paket benih tembakau, serta alat perajang bagi kelompok tani di Kecamatan Paninggaran dan Kandangserang.

Yudhi menegaskan, seluruh bantuan yang diterima harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya, terutama untuk meningkatkan produksi dan mendukung aktivitas para petani.

Ia mengingatkan para penerima bantuan agar tidak menjual maupun memindahtangankan bantuan kepada pihak lain.

“Pesan dari kami, dari pemerintah kabupaten, agar alat-alat ini bisa digunakan semaksimal mungkin, seoptimal mungkin untuk membantu proses produksi, untuk membantu kerja mereka. Dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak melanggar aturan, tidak diperjualbelikan atau tidak dipindahtangankan ke pihak lain,” tegasnya.

Menurut Yudhi, bantuan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi petani dan kelompok penerima. Bantuan tersebut bukan untuk diperjualbelikan, melainkan sebagai sarana pendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Dalam kegiatan yang sama, Pemkab Pekalongan juga melaunching penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada 123.438 penerima manfaat.

Penyaluran bantuan pangan tersebut dilakukan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, dengan total bantuan mencapai 3.703.140 kilogram beras. Penyaluran perdana dilakukan di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Yudhi menyampaikan, penyerahan bantuan pertanian dan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemkab Pekalongan dalam menjaga ketahanan pangan.

“Harapannya tentu saja dari kami pemerintah daerah, juga termasuk pemerintah pusat, ingin men-support program ketahanan pangan di tingkat daerah, di tingkat Kabupaten Pekalongan, sehingga ending-nya adalah kesejahteraan untuk para petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian di Kabupaten Pekalongan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan unsur Forkopimda, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan.

Yudhi berharap seluruh bantuan yang telah diberikan dapat digunakan secara optimal sehingga mampu meringankan pekerjaan petani, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *