SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – Semangat gotong royong warga terlihat dalam upaya membuka jalan usaha tani yang menghubungkan Dukuh Montong dan Dukuh Pandansari, Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.
Pembuatan jalan usaha tani tersebut dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dari kedua dukuh. Kegiatan pembukaan dan pengerjaan jalan telah berlangsung kurang lebih hampir satu tahun. Jalan tersebut diharapkan dapat menjadi akses penghubung sekaligus mempermudah mobilitas warga, terutama dalam membawa hasil panen pertanian.
Warga secara sukarela bergotong royong membuka dan memperlebar jalur yang nantinya menjadi jalan usaha tani lingkar antara Dukuh Montong dan Dukuh Pandansari.
Selain swadaya masyarakat, Pemerintah Desa Lebakbarang pada tahun 2026 juga telah melakukan rabat beton pada sejumlah bagian jalan usaha tani tersebut. Namun, warga berharap pembangunan dapat dilanjutkan sehingga akses pertanian di dua dukuh tersebut semakin baik dan dapat digunakan sepanjang tahun.
Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan gotong royong, Joy Kriting, mengatakan pembukaan jalan usaha tani tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap sektor pertanian sekaligus bagian dari upaya mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan.
«“Pembukaan jalan usaha tani ini bagian dari mendorong program nasional, yaitu program ketahanan pangan. Kami bersama-sama warga dari Dukuh Montong dan Dukuh Pandansari bergotong royong secara sukarela,” ujar Joy.»
Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani sangat penting bagi masyarakat karena akan mempermudah akses petani menuju lahan sekaligus mengangkut hasil pertanian.
Selama ini, kondisi akses yang belum sepenuhnya memadai menjadi salah satu kendala bagi petani, terutama ketika membawa hasil panen dari lahan menuju permukiman atau titik pengumpulan.
“Ini murni gotong royong masyarakat dari dua dukuh. Kami berharap ke depan ada perhatian dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar pembangunan jalan ini dapat dilanjutkan, terutama untuk rabat beton,” harapnya.
Warga berharap semangat swadaya yang telah terbangun selama hampir satu tahun tersebut mendapat dukungan dari pemerintah. Dengan akses jalan usaha tani yang semakin baik, masyarakat optimistis aktivitas pertanian akan lebih mudah dan hasil panen dapat diangkut dengan lebih cepat serta efisien.
Gotong royong tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat masih menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan, khususnya yang berkaitan langsung dengan peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Editor : Rofi














