Uji Coba MBG Sistem Prasmanan di SMPN 2 Karanganyar, Siswa Antusias Menyantap Makanan Hangat

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM | KARANGANYAR, PEKALONGAN — Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem penyajian prasmanan digelar di SMP Negeri 2 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Kamis (8/10/2026). Penerapan metode ini menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat efektivitas penyajian makanan sekaligus respons siswa terhadap pola pelayanan MBG di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan uji coba tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Sistem prasmanan dinilai memberikan kesempatan kepada siswa untuk menikmati makanan dalam kondisi hangat dengan porsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Mitra BGN Kabupaten Pekalongan, Andung Supriyagi, mengatakan pihaknya siap melaksanakan uji coba sesuai arahan BGN. Menurutnya, respons siswa selama pelaksanaan menunjukkan kecenderungan positif terhadap metode prasmanan.

“Kalau kesiapan, yang jelas selama BGN meminta dan memerintahkan kami untuk melaksanakan program ini, ya kami pasti siap,” kata Andung.

Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam uji coba ini adalah kenyamanan siswa saat menikmati makanan.

“Yang kedua, respons anak. Sejauh ini memang lebih menyukai yang prasmanan. Karena mungkin masih hangat, terus kemudian porsinya bisa disesuaikan,” ujarnya.

Andung menyampaikan, uji coba sistem prasmanan telah berlangsung sejak Senin dan pada Kamis memasuki hari keempat.

Selama pelaksanaan, pihaknya melakukan pengamatan terhadap proses penyajian, respons siswa, serta berbagai kendala yang mungkin muncul. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada BGN untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan metode penyajian berikutnya.

“Kemudian setelah nanti kita laporkan ke BGN, BGN memutuskan apakah mau seperti ini atau kembali ke metode lama, itu kami kembalikan lagi ke BGN,” katanya.

Menurut Andung, penerapan sistem prasmanan juga diharapkan dapat mendukung upaya menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Meski demikian, efektivitasnya dalam mencegah kejadian luar biasa (KLB) maupun keracunan makanan tetap memerlukan penerapan prosedur keamanan pangan yang ketat.

Untuk Kabupaten Pekalongan, SMP Negeri 2 Karanganyar menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba atau piloting sistem penyajian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, turut meninjau pelaksanaan MBG dengan sistem prasmanan. Ia menilai metode tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa.

“Jadi dengan adanya MBG prasmanan ini, luar biasa, artinya luar biasa itu, betul-betul anak-anak, kita juga melihat sendiri ya, mengambil menu MBG masih hangat, masih fresh,” kata Kholid.

Ia melihat antusiasme siswa saat mengambil makanan yang disediakan. Menurutnya, sebagian besar makanan yang disajikan tampak dikonsumsi oleh para siswa.

“Saya melihat sendiri tadi ya, itu antusiasnya lebih-lebih daripada yang menggunakan ompreng,” ujarnya.

Kholid juga berkesempatan mencoba menu makanan yang disediakan dalam uji coba tersebut. Ia menyebut nasi, sayur, dan telur yang disajikan masih terasa hangat ketika disantap.

“Lalu tadi kami mencoba menu makanannya. Kita pegang hangat semua, dari nasinya, dari sayurnya, dari telurnya. Rasanya sudah seperti kita makan di orang tua memasak atau yang ada di rumah makan,” katanya.

Ia berharap penerapan sistem prasmanan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG di sekolah-sekolah lainnya. Namun, pelaksanaannya perlu didukung koordinasi yang baik antara satuan pendidikan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala SMPN 2 Karanganyar: Siswa Sudah Menunggu Program MBG

Kepala SMP Negeri 2 Karanganyar, Tarkiyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan uji coba sistem prasmanan yang telah memasuki hari keempat tersebut.

Menurutnya, program MBG mendapat sambutan baik dari para siswa. Antusiasme itu terlihat dari bagaimana mereka menantikan kedatangan makanan untuk disantap bersama di sekolah.

Tarkiyah menuturkan, bahkan ketika pengiriman makanan terlambat pada hari sebelumnya, para siswa terlihat menunggu kedatangan MBG.

“Anak-anak sangat senang dengan adanya program MBG ini. Kemarin saja saat kedatangan makanan terlambat, mereka sudah menunggu-nunggu,” ungkapnya.

Ia menilai program tersebut menjadi perhatian penting bagi sekolah karena membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi para siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Tarkiyah juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang telah mencanangkan program Makan Bergizi Gratis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang telah mencanangkan program Makan Bergizi Gratis. Kami berharap program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” ujarnya.

Uji coba MBG dengan sistem prasmanan di SMP Negeri 2 Karanganyar menjadi bagian dari upaya mengevaluasi metode penyajian makanan di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa, kondisi makanan saat disajikan, kelancaran pelayanan, serta penerapan standar keamanan pangan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam evaluasi.

Hasil pelaksanaan uji coba selanjutnya akan dilaporkan kepada BGN untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan metode prasmanan atau penggunaan sistem penyajian sebelumnya.

Bagi pihak sekolah, program MBG diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga mendukung kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.

SAHABATNKRI.COM — Media Independen, Aktual, dan Terpercaya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *