Kasus Dugaan Pungli Penanganan Narkoba di Pemalang Berakhir Damai, Sri Tenang Asih Minta Maaf dan Nyatakan Masalah Selesai

  • Bagikan
Oplus_16908288

SAHABATNKRI.COM | PEMALANG – Kasus yang sempat menghebohkan dan menyita perhatian publik terkait dugaan permintaan uang oleh oknum aparat penegak hukum saat penanganan kasus narkoba yang menimpa anaknya, akhirnya menemukan titik terang. Sri Tenang Asih, warga Desa Pesucen, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menyatakan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.

Melalui pernyataannya pada Senin (4/5/2026), Sri menyampaikan permohonan maafnya kepada Kepolisian Resor Pemalang maupun Kejaksaan Negeri Pemalang atas pernyataan yang sempat disampaikannya dan menyebar luas di berbagai media massa maupun media sosial.

“Mohon maaf atas ucapan saya di berbagai media kepada Polres Pemalang dan Kejaksaan Negeri Pemalang. Alhamdulillah permasalahan yang menimpa anak saya sudah selesai semuanya,” ujar Sri Tenang Asih.

Ia menegaskan bahwa pernyataan klarifikasi ini disampaikan atas kesadaran dan kemauan dirinya sendiri. Sama sekali tidak ada unsur paksaan, tekanan, maupun bujukan dari pihak manapun saat menyelesaikan persoalan maupun saat menyampaikan pernyataan kepada publik.

“Saya tegaskan ini murni keinginan saya sendiri, tidak ada paksaan dari pihak mana pun. Terima kasih juga kepada kawan-kawan wartawan yang telah meliput peristiwa ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Sri Tenang Asih sempat mengaku ke media bahwa dirinya dimintai uang puluhan hingga ratusan juta rupiah oleh oknum aparat saat mengurus kasus anaknya. Pernyataan itu memicu kegemparan dan menimbulkan pertanyaan publik terhadap integritas penegakan hukum di wilayah Pemalang. Isu ini juga menjadi sorotan tentang pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proses hukum.

Dengan adanya klarifikasi dan pernyataan penyelesaian kasus ini, diharapkan masyarakat mendapatkan gambaran informasi yang lengkap dan berimbang. Kejadian ini sekaligus membuktikan bahwa peran pers dalam menyampaikan fakta dan pengawasan sosial sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Kedepannya, pola komunikasi yang baik antara masyarakat, media, dan aparat penegak hukum diharapkan terus ditingkatkan. Penanganan perkara yang transparan, manusiawi, dan berkeadilan menjadi kunci utama untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Tag: Berita Pemalang, Kasus Narkoba, Viral Pemalang, Klarifikasi Warga, APH Pemalang, Hukum Indonesia, Transparansi Hukum, Kepercayaan Publik

Redaksi Sahabat NKRI

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *