SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – Aktivitas penebangan pohon pinus di wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menimbulkan kekhawatiran warga. Pasalnya, kayu hasil tebangan sengaja ditumpuk dan dijatuhkan tepat di atas badan jalan, sehingga dinilai sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan kayu berukuran besar tidak hanya diletakkan di pinggir jalan, melainkan juga menempati sebagian badan jalan. Kondisi ini semakin parah saat proses pemuatan ke atas kendaraan truk. Akibatnya, lebar jalan yang tersedia menjadi sangat sempit, padahal rute di wilayah tersebut sudah dikenal sempit.
Warga mengeluhkan bahwa risiko kecelakaan semakin tinggi terutama pada malam hari. Pasalnya, wilayah Lebakbarang termasuk kawasan yang minim penerangan jalan. Kayu yang menumpuk seringkali tidak terlihat jelas oleh pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.
“Kalau siang masih bisa terlihat, tapi kalau malam hari sangat berbahaya. Penerangan jalan di sini sangat kurang, jadi kayu yang ada di jalan itu seringkali baru terlihat saat sudah dekat. Sangat berpotensi menabrak,” keluh salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Selain membahayakan, penumpukan kayu di jalan juga menghambat aktivitas warga sehari-hari. Lalu lintas menjadi terhambat dan sulit bagi kendaraan untuk berpapasan.
Warga tidak menolak aktivitas penebangan pohon yang dilakukan, namun meminta agar pengelola memperhatikan aspek keselamatan. Warga menilai masih ada solusi yang dapat diambil, yaitu memanfaatkan lahan atau lapangan kosong milik Perhutani yang tidak jauh dari lokasi.
“Kami tidak melarang kegiatan ini, tapi tolong jangan mengorbankan keselamatan warga. Di dekat sini kan ada lapangan milik Perhutani, kenapa tidak dipakai sepenuhnya untuk menumpuk kayu? Mengapa harus di jalan raya yang dipakai banyak orang?” tanya warga lainnya.
Warga menegaskan bahwa jika terus dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola penebangan maupun instansi terkait atas keluhan yang disampaikan warga. Masyarakat berharap ada tindakan segera untuk memindahkan tumpukan kayu dan memperbaiki tata cara penanganan hasil hutan agar tidak lagi mengganggu ketertiban dan keselamatan umum.
Redaksi Sahabat NKRI














