RJIT Desa Kalipancur Berjalan Maksimal, Kades Tegaskan Dana Desa 2026 Sudah Disalurkan

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – Pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, terus berjalan dan saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas saluran irigasi sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara optimal.

‎Kepala Desa Kalipancur Muhroji menjelaskan bahwa program RJIT merupakan kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan.

‎“Program ini merupakan kegiatan dari pemerintah yang didanai APBN melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan. Pekerjaan yang dilakukan berupa pembangunan talud atau saluran irigasi agar tidak terjadi kebocoran, sehingga aliran air ke lahan pertanian menjadi lebih maksimal,” ujar Muhroji.

‎Atas terlaksananya program tersebut, Pemerintah Desa Kalipancur menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan program RJIT yang diberikan kepada Desa Kalipancur. Semoga program ini memberikan manfaat bagi para petani dan meningkatkan hasil pertanian,” katanya.

‎Selain menjelaskan progres pembangunan RJIT,Muhroji juga menanggapi isu yang sempat beredar mengenai Dana Desa Tahun Anggaran 2026 yang disebut belum disalurkan.

‎Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena Dana Desa tahap pertama telah masuk ke rekening kas desa pada awal bulan dan sudah mulai direalisasikan.

‎“Memang sempat muncul isu bahwa Dana Desa Kalipancur belum disalurkan. Itu tidak benar. Dana Desa tahap pertama sudah kami terima sekitar Rp200 juta lebih dan telah digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, pada tahun 2026 alokasi Dana Desa yang diterima Desa Kalipancur mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Total anggaran yang diterima sekitar Rp370 juta sehingga pemerintah desa harus melakukan penyesuaian terhadap program yang akan dilaksanakan.

‎“Dengan anggaran yang berkurang, kami memprioritaskan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sementara untuk pembangunan fisik dialokasikan sekitar Rp100 juta yang rencananya digunakan untuk pengecoran jalan desa,” ungkapnya.

‎Menanggapi tampilan pada aplikasi Jaga Desa yang masih menunjukkan penyaluran Dana Desa sebesar 0 persen, Muhroji menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena data realisasi belum diinput ke dalam sistem.

‎“Dananya sudah masuk ke rekening desa dan sudah direalisasikan. Di aplikasi masih tertulis 0 persen karena proses input datanya belum dilakukan. Jadi bukan berarti dana tersebut belum disalurkan,” tegasnya.

‎Mengakhiri wawancara, Muhroji mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengedepankan klarifikasi terhadap setiap isu yang berkembang.

‎“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan. Jika ada informasi yang beredar, sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *