Mengamuk Diduga Gangguan Jiwa, Sapari Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Tratebang Wonokerto

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM, PEKALONGAN – Peristiwa berdarah menggegerkan warga Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (23/6/2026). Seorang pria bernama Sapari (62) diduga mengamuk saat mengalami gangguan kejiwaan, lalu menyerang anggota keluarganya sendiri menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian tersebut, kakak kandung pelaku, Ruwah (68), meninggal dunia setelah menderita luka parah di bagian kepala dan perut. Sementara itu, anak korban sekaligus keponakan pelaku, Darmanah (37), mengalami luka di kepala dan tubuh, serta saat ini masih menjalani perawatan intensif di IGD RS Al Karomah.

Kapolsek Wiradesa, Iptu Maman Sugiharto, membenarkan pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Tratebang terkait peristiwa tersebut.

“Kami dapat laporan adanya kasus penusukan yang dilakukan oleh seorang warga terhadap kerabatnya. Langsung kami turun ke lokasi dan rumah sakit, ditemukan dua korban: satu meninggal dunia, satu lagi perempuan dalam kondisi terluka,” ujar Maman kepada wartawan.

Petugas kepolisian tiba di tempat kejadian dan segera melakukan pengamanan. Evakuasi pelaku berlangsung hati-hati karena warga enggan mendekat pasca-kejadian. Berhasil diamankan, Sapari kini ditahan di Mapolsek Wiradesa. Polisi juga menemukan senjata tajam yang diduga menjadi barang bukti, yang dibuang pelaku di tumpukan sampah belakang rumah.

Kepala Desa Tratebang, Pronisah, mengaku mendapat laporan dari warga sekitar pukul 16.00 WIB. Sesampainya di lokasi, kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit, namun kondisi Ruwah sudah sangat kritis.

“Saya sempat melihat luka di rumah sakit, bagian belakang kepala dekat telinga robek parah, perut juga terluka hingga organ dalamnya terlihat keluar. Sedangkan Darmanah juga terkena luka di kepala dan tubuh,” jelasnya.

Pronisah menambahkan bahwa pelaku dan korban masih satu keluarga dekat: Ruwah adalah kakak kandung Sapari, sedangkan Darmanah adalah putri Ruwah.

Hingga saat ini, kronologi pasti belum terungkap sepenuhnya. Saksi utama yang melihat kejadian adalah Darmanah, yang masih dalam perawatan dan belum dapat dimintai keterangan. Meski begitu, polisi menduga aksi tersebut terjadi saat kondisi kejiwaan pelaku sedang kambuh.

“Kemungkinan besar dipicu gangguan jiwa yang diderita pelaku. Saat kambuh, ia menyerang orang terdekatnya sendiri,” kata Kapolsek.

Kejadian ini menyebar cepat dan membuat warga geger. Saat ini jenazah Ruwah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sedangkan Darmanah masih dalam pemantauan medis. Polisi terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kesehatan kejiwaan pelaku untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *