Paguyuban Penghayat Kapribaden Gelar Perayaan 1 Suro 1960 JW, Gaungkan Cinta Rupiah dan Pelestarian Budaya

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM, PEKALONGAN – Semangat melestarikan warisan budaya leluhur berpadu dengan penguatan nilai kebangsaan mewarnai perayaan Goro Suro Tanggap Warso dalam rangka 1 Suro 1960 Jawa / 2026 Masehi. Kegiatan berlangsung di Sanggar Sasono Nunggal Roso, Desa Sinangoh Prendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu hingga Kamis (24–25 Juni 2026).

Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Penghayat Kapribaden Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Bank Indonesia, dengan mengusung program sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai dan menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Perayaan bertema “Kita Rajut Kebersamaan dalam Kerangka Bhinneka Tunggal Ika” ini dihadiri oleh Penjabat Sementara Bupati Pekalongan, Sukirman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, serta diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh budaya, dan undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Sukirman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan Paguyuban Penghayat Kapribaden. Menurutnya, kegiatan seperti ini memperkaya khazanah budaya daerah sekaligus menjadi wujud nyata melestarikan kebudayaan Jawa untuk diteruskan ke generasi mendatang.

“Kegiatan ini sangat berharga, karena menjadi bukti nyata nguri-uri budaya leluhur. Kami berharap Paguyuban Penghayat Kapribaden terus menjadi penggerak berbagai kegiatan positif yang mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumar Rosul menyatakan kehadirannya sebagai bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap upaya pelestarian budaya dan penguatan persatuan antarwarga.

Ketua Paguyuban, Pamungkas, dalam kesempatan tersebut memperkenalkan keberadaan organisasinya.

Paguyuban ini berpusat di Sanggar Sasono Nunggal Roso, Desa Sinangoh Prendeng, Kecamatan Kajen.

Rangkaian acara dimulai pukul 21.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, ditandai dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang didalangi oleh Mangun Yavons, S.Sn. Selain itu, disajikan pula gunungan berisi buah-buahan dan sayuran, serta nasi tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur, dan dapat dinikmati oleh seluruh warga yang hadir.

Dengan semangat “Melestarikan Budaya Leluhur, Menguatkan Persatuan, Menjaga Rupiah”, kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya serta menjaga keutuhan masyarakat Kabupaten Pekalongan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *