PEKALONGAN, SAHABATNKRI.COM – Kisah pasangan lanjut usia, Mbah Dayat (77) dan Mbah Darmi (63), warga Dukuh Kayunan Barat, RT 001/RW 001, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, yang viral setelah bantuan sosial (bansos) mereka dicoret karena terindikasi aktivitas judi online (judol), mengundang perhatian masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, kepedulian datang dari Komunitas OBONATO Club Padel Pekalongan. Komunitas olahraga yang diketuai Adi Nugroho Setyono itu mendatangi kediaman Mbah Dayat dan Mbah Darmi untuk memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu meringankan kebutuhan sehari-hari pasangan lansia tersebut.
Salah satu anggota komunitas, Tauvan Asyanto, mengatakan pihaknya mengetahui kisah Mbah Dayat dan Mbah Darmi melalui media sosial TikTok. Setelah mengetahui kondisi yang dialami pasangan lansia tersebut, anggota komunitas kemudian tergerak untuk berbagi.
“Kami dari kumpulan komunitas OBONATO, di mana kami ini sering berolahraga bersama. Pertama mendengar berita ini dari TikTok mengenai masalah tidak menerima bantuan, lalu kami sedikit berbagi. Semoga bisa meringankan beban Bapak dan Ibu dan semoga bermanfaat,” ujar Tauvan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata-mata karena mereka merupakan komunitas olahraga, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, telur, pakaian, serta uang tunai.
Tauvan juga berharap aksi sosial tersebut dapat menjadi pemantik bagi komunitas-komunitas olahraga lainnya untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat.
“Kami juga mengajak komunitas-komunitas olahraga lainnya, semoga ada yang ikut bergerak. Jadi selain olahraga, kita juga bisa berguna bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, kisah Mbah Dayat dan Mbah Darmi sebelumnya menjadi perhatian publik setelah keduanya disebut kehilangan jatah bansos lantaran sistem mendeteksi adanya indikasi aktivitas judi online. Kondisi tersebut menjadi sorotan lantaran pasangan lansia itu disebut tidak memiliki telepon seluler (HP).
Kehadiran Komunitas OBONATO menjadi salah satu wujud kepedulian masyarakat terhadap pasangan lansia tersebut. Bantuan sederhana yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi Mbah Dayat dan Mbah Darmi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kepedulian semacam ini menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan dan mempererat persaudaraan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk menumbuhkan solidaritas dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.














