SAHABATNKRI.COM, PEKALONGAN – Sebuah kejadian tak biasa terjadi pada hari ketiga rangkaian pemeriksaan saksi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (19/6/2026). Seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan sempat hadir memenuhi surat undangan pemeriksaan yang diterimanya, namun akhirnya diperkenankan pulang karena diketahui terjadi kekeliruan pemanggilan.
Pejabat yang dimaksud adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A dan PPKB) Kabupaten Pekalongan, Abdul Cholik. Ia mengaku datang ke lokasi sesuai jadwal yang tertera dalam surat undangan resmi yang diterimanya.
Namun, setelah melalui proses verifikasi identitas dan administrasi, petugas menemukan adanya ketidaksesuaian data. Nama Abdul Cholik ternyata tidak tercantum dalam daftar pihak yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada hari itu.
“Saya menerima undangan dan datang sesuai panggilan. Tapi setelah dicek, ternyata ada kekeliruan. Undangannya salah,” ujar Abdul Cholik saat ditemui awak media.
Ia menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, diketahui bahwa pihak yang seharusnya hadir dalam agenda hari ini meliputi Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Direktur PDAM, seorang notaris, Camat Bambang, serta Direktur RSUD Kraton.
Karena tidak tercantum dalam daftar dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan materi pemeriksaan yang sedang berlangsung, Abdul Cholik kemudian diperkenankan meninggalkan lokasi dan kembali melaksanakan tugas kedinasannya seperti biasa.
Meskipun kekeliruan ini dapat segera diselesaikan tanpa menimbulkan hambatan berarti, peristiwa tersebut menjadi sorotan publik. Pasalnya, kesalahan administrasi dalam pemanggilan oleh lembaga antirasuah dinilai jarang terjadi, mengingat prosesnya biasanya melalui prosedur yang ketat dan terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penyebab terjadinya kekeliruan pemanggilan tersebut. Insiden ini pun menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan menambah perhatian terhadap rangkaian pemeriksaan yang masih berlangsung hingga hari ini.














