SAHABATNKRI.COM | KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Doa Bersama Antar umat Beragama dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Bupati Pekalongan, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, jajaran Forkopimda, serta para tokoh lintas agama. Doa bersama diikuti umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan para penganut kepercayaan dengan memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing.
Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, meskipun doa dipanjatkan dengan tata cara dan keyakinan yang berbeda, seluruh umat memiliki semangat yang sama, yakni mendoakan kebaikan bagi masyarakat dan Kabupaten Pekalongan.
“Dari masyarakat, kemudian dari Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Buddha, dan para penganut kepercayaan, Alhamdulillah semuanya menjadi satu. Spiritnya sama, yaitu mendoakan masyarakat Kabupaten Pekalongan agar lebih sejahtera dan makmur,” ujar Sukirman.
Selain mendoakan kesejahteraan masyarakat, doa bersama tersebut juga ditujukan agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sekaligus mendoakan pemerintah Kabupaten Pekalongan agar lebih bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Kita juga mendoakan Bapak Presiden, Gubernur, dan seluruh perangkat pemerintahan yang ada,” lanjutnya.
Menurut Sukirman, kegiatan doa lintas agama tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Ia menyebut, para tokoh agama menyambut antusias kegiatan tersebut dan berkomitmen untuk melanjutkan tradisi doa bersama lintas umat beragama di Kabupaten Pekalongan.
“Ini akan kita teruskan menjadi tradisi dalam doa bersama antar-umat beragama. Bahkan dari umat Katolik sudah mengundang kita dan seluruh tokoh lintas agama untuk menghadiri peresmian gereja Katolik di Karanganyar yang saat ini sedang dibangun,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sukirman menekankan pentingnya peran agama dalam membangun akhlak, moralitas, dan etika masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, seluruh tokoh agama perlu bersama-sama memberikan perhatian terhadap perkembangan anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, kenakalan remaja, maupun berbagai pengaruh negatif di era globalisasi.
“Yang tidak kalah penting adalah kita sama-sama berkomitmen menjaga akhlak, moralitas dan etika anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan agar tidak terjebak pada pergaulan bebas, kenakalan remaja dan seterusnya,” katanya.
Sukirman menegaskan, agama dapat menjadi benteng sekaligus fondasi penting dalam membendung berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam generasi muda.
“Agama menjadi benteng terakhir, fondasi terakhir dalam membendung anak-anak kita dari pergaulan bebas dan pengaruh global,” pungkasnya.
Kegiatan doa bersama lintas agama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat toleransi, kerukunan, persatuan, serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan dalam menjaga kondusivitas daerah dan mewujudkan pembangunan yang semakin baik.
( Rofi )














