KAJEN, SAHABATNKRI.COM – Menjelang musim hujan yang diperkirakan mulai meningkat pada akhir tahun, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., melakukan blusukan untuk mengecek langsung progres sejumlah pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir di wilayah Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, H. Sumar Rosul mendatangi sejumlah titik pekerjaan, di antaranya pembangunan rumah pompa di Desa Karangjompo serta perbaikan tanggul di wilayah Mulyorejo. Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan upaya pengendalian banjir dan banjir rob yang kerap mengancam masyarakat setempat.
Saat berada di lokasi, Sumar Rosul memeriksa perkembangan pekerjaan sekaligus mengingatkan para pelaksana agar mempercepat proses pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Ia menegaskan, pekerjaan yang sedang berjalan harus diselesaikan sesuai jadwal kontrak, mengingat waktu menuju musim hujan semakin dekat.
“Awal Desember nanti curah hujan diperkirakan tinggi. Karena itu, para pelaksana kegiatan penanggulangan bencana harus menyesuaikan jadwal pekerjaan. Kalau bisa, sebelum Desember, atau paling lambat akhir November, pekerjaan sudah selesai,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menurutnya, percepatan pekerjaan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan tenaga kerja, termasuk melalui penambahan pekerja maupun lembur, sepanjang tetap memenuhi ketentuan dan standar kualitas yang berlaku.
Sumar Rosul juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu pekerjaan bermasalah apabila belum selesai pada waktu peninjauan. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan perlu dipahami berdasarkan ruang lingkup dan batas waktu yang tercantum dalam kontrak.
Ia menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan siapa pihak pelaksananya. Hal terpenting adalah pekerjaan harus sesuai spesifikasi, memiliki kualitas yang baik, serta selesai tepat waktu sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang jelas, pekerjaan harus sesuai spesifikasi, sesuai kualitas, dan sesuai waktu yang disepakati. Tujuannya agar pembangunan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Rumah Pompa Rp2,9 Miliar
Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan rumah pompa di Desa Karangjompo dengan nilai anggaran sekitar Rp2,9 miliar. Rumah pompa tersebut direncanakan memiliki kapasitas mesin hingga 500 liter per detik untuk membantu mengurangi genangan air di kawasan rawan banjir.
Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan saat itu masih berada di kisaran 7,5 persen. Sumar Rosul meminta agar pekerjaan segera dioptimalkan sehingga target penyelesaian dapat tercapai sebelum musim hujan datang.
Ia mengingatkan, apabila hujan dengan intensitas tinggi sudah turun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan akan semakin sulit. Oleh sebab itu, percepatan sejak sekarang menjadi langkah penting agar infrastruktur tersebut bisa segera difungsikan ketika dibutuhkan.
Selain pembangunan rumah pompa, ia juga menyoroti adanya kebocoran di sekitar pintu air yang memungkinkan air dari arah pantai masuk ke wilayah permukiman.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera ditangani melalui koordinasi dan gotong royong antara pihak terkait dan masyarakat.
“Percuma kalau satu sisi sudah dipasang pompa air, tetapi di sisi lain masih terjadi kebocoran. Airnya bisa masuk lagi. Karena itu, kebocoran ini juga harus segera diselesaikan,” jelasnya.
Perbaikan Tanggul Mulyorejo dan Penanganan Kebocoran
Dalam kunjungan yang sama, Sumar Rosul turut meninjau perbaikan tanggul di wilayah Mulyorejo yang menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir dan banjir rob.
Ia berharap pembangunan dan perbaikan tanggul dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan di lapangan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama ketika air laut pasang bersamaan dengan tingginya curah hujan.
Selain itu, ia menerima aspirasi warga mengenai kebocoran pada tanggul parapet yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Sumar Rosul menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan terus diusulkan kepada instansi yang berwenang agar mendapatkan penanganan. Menurutnya, kebocoran tanggul berpotensi menjadi salah satu penyebab masuknya air ke kawasan permukiman dan memperparah genangan.
Ia juga menyoroti aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan rumah pompa tambahan di titik lain yang dinilai rawan banjir. Usulan tersebut, kata dia, perlu diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh.
Pengawasan dan Aspirasi Masyarakat
Blusukan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir berjalan sesuai perencanaan sekaligus menampung aspirasi masyarakat yang terdampak.
Sumar Rosul berharap seluruh pihak dapat bekerja sama, mulai dari pelaksana proyek, pemerintah desa, instansi teknis, hingga masyarakat, agar berbagai persoalan yang berpotensi memperparah banjir dapat segera ditangani.
Ia menekankan bahwa pembangunan rumah pompa tidak akan memberikan hasil maksimal apabila persoalan kebocoran tanggul dan pintu air belum dituntaskan. Karena itu, diperlukan penanganan yang terintegrasi agar setiap infrastruktur dapat bekerja secara optimal.
Dengan percepatan pembangunan, pengawasan kualitas, serta koordinasi lintas instansi, diharapkan risiko banjir dan banjir rob di wilayah Kecamatan Tirto dapat ditekan, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi musim hujan pada akhir tahun 2026.
SAHABATNKRI.COM














