Kembalikan sejarah ! Forkompimcam Sepakat Akan gelar upacara kemerdekaan bangsa Indonesia Ke 81 Di Lapangan Nasiaonal Lebakbarang

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – Pemerintah Kecamatan Lebakbarang menyepakati pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tahun 2026 dipusatkan di Lapangan Nasional Lebakbarang. Kesepakatan ini diambil dalam musyawarah persiapan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan, Rabu (22/7/2026) mulai pukul 09.30 WIB Di Aula kecamatan Lebakbarang.

Rapat dipimpin langsung oleh Camat Lebakbarang, Sri Handayani, serta dihadiri unsur Forkopimcam, Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Lebakbarang, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.

Dalam forum tersebut, peserta meninjau pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada 2025, upacara dipusatkan di Lapangan Desa Timbangsari dan diikuti 10 desa, sementara Desa Lebakbarang tetap menggelar kegiatan secara mandiri di Lapangan Nasional demi menghormati nilai sejarah yang melekat di pusat kota kecamatan yang pernah menjadi pusat pemerintahan sementara sekarisidenan .

Satu hal yang perlu dicatat adalah saat Agresi Militer Belanda Pertama Tahun 1947 yaitu Pindahnya Pusat Pemerintahan Karesidenan dan Kabupaten Pekalongan ke Lebakbarang. Ketika gema Proklamasi Kemerdekaan Bangsa indonesia 17 Agustus 1945 terdengar dimana-mana dan pada bulan Juli 1947 tentara Belanda yang diboncengi NICA dan GHORKA tiba –tiba datang untuk menjajah kembali, sehingga Pemerintah Karesidenan Pekalongan akhirnya menyingkir /mengungsi, dimana daerah yang dipandang aman yaitu Kecamatan Lebakbarang. Selama kurang lebih satu bulan para pejabat berkantor di Lebakbarang tepatnya Kantor Residen dan kantor Bupati menempati Rumah Pesanggrahan milik seorang Belanda (Thomas) sedangkan kantor instansi lainnya menempati rumah penduduk.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Lebakbarang, Suyanto, menyampaikan usulan agar tahun ini seluruh upacara kembali disatukan di Lapangan Nasional. Usulan tersebut langsung disambut dukungan luas sebagai langkah mempererat persatuan dan kesatuan warga se-kecamatan.

Selaku Kepala Desa Lebakbarang, Sapto Priyono menegaskan kesiapan desanya menjadi tuan rumah. “Kami membuka pintu seluas-luasnya dan tidak akan mempersulit pelaksanaan agenda nasional ini,” ucapnya. Ia juga menyoroti nilai sejarah lokasi tersebut, yang sejak masa Camat pertama Subeno, hingga pemimpin selanjutnya, selalu menjadi pusat upacara dan simbol kebersamaan masyarakat Lebakbarang.

Perwakilan tokoh masyarakat turut mengapresiasi keputusan musyawarah. Mereka menilai hasil ini mencerminkan semangat gotong royong, menjaga warisan sejarah, serta memperkuat persaudaraan. “Tidak hanya paguyuban kepala desa, masyarakat pun berkehendak upacara kembali seperti dulu lagi, penuh hikmat, rukun, dan damai,” tambah mereka.

Di akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat bulat menempatkan Lapangan Nasional Lebakbarang sebagai pusat kegiatan. Momentum ini diharapkan menjadi sarana mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus mengokohkan persaudaraan di tengah masyarakat Kecamatan Lebakbarang.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *