SAHABATNKRI.COM | KAJEN – Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan digelar di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah Kabupaten Pekalongan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang ada di daerah.
Dalam rapat paripurna tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., membacakan sejumlah situs sejarah yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Menurut H. Sumar Rosul, keberadaan situs-situs tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang sejarah Kabupaten Pekalongan yang memiliki nilai penting bagi kehidupan sosial, budaya dan pendidikan masyarakat.
Beberapa situs sejarah yang disampaikan antara lain Situs Lingga Yoni di Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, yang merupakan peninggalan arkeologis dan berkaitan dengan sejarah Hindu-Buddha di kawasan Petungkriyono.
Selain itu, terdapat Situs Gedong Petungkriyono di Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, yang dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah dan arkeologi di kawasan tersebut.
H. Sumar Rosul juga menyebut sejumlah situs makam tokoh sejarah dan tokoh lokal, di antaranya Makam Ki Ageng Rogoselo di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, serta Makam Ki Ageng Natas Angin dan Makam Ki Gede Penatas Angin di Desa Pungangan, Kecamatan Doro.
Kemudian Petilasan Ki Ageng Jurang Mangu di Kecamatan Karanganyar, Situs Sejarah Gumuk Sigit di Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, serta Makam Mbah Kyai Gede Ceper di Desa Sembung Jambu, Kecamatan Bojong.
Sementara di Kecamatan Kesesi terdapat Makam Ki Ageng Sapu Jagad di Desa Watugajah, sedangkan di wilayah Kecamatan Lebakbarang terdapat Makam Mahameru, yang juga dikenal sebagai salah satu peninggalan bersejarah di daerah tersebut.
“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk mengingat kembali sejarah perjalanan Kabupaten Pekalongan serta menjaga warisan sejarah yang ada,” ujar H. Sumar Rosul dalam rapat paripurna.
Ia menegaskan, generasi muda perlu mengetahui sejarah daerahnya sendiri. Menurutnya, pengenalan terhadap situs-situs sejarah dapat menjadi bagian dari upaya membangun rasa bangga dan kecintaan terhadap Kabupaten Pekalongan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan.
“Warisan sejarah merupakan bagian dari identitas daerah. Karena itu, keberadaannya harus kita jaga agar tetap dapat dikenali dan dipelajari oleh generasi yang akan datang,” tambahnya.
Rapat Paripurna Istimewa tersebut berlangsung khidmat dan menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya sekaligus melanjutkan pembangunan Kabupaten Pekalongan menuju daerah yang semakin maju, sejahtera dan berkarakter.














