Sekda Pekalongan Siap Tetapkan Monumen Juang Lebakbarang sebagai Aset Pemkab

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM | LEBAKBARANG – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberikan perhatian terhadap keberadaan Monumen Juang di Kecamatan Lebakbarang, yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, saat dikonfirmasi tim Sahabat NKRI, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti status Monumen Juang Lebakbarang agar dapat ditetapkan sebagai aset Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

“Monumen Juang di Lebakbarang akan kita upayakan untuk ditetapkan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” ujar Yulian Akbar.

Menurutnya, kejelasan status aset tersebut penting agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian secara berkelanjutan, termasuk dalam hal pemeliharaan dan perawatan.

Yulian Akbar juga menyampaikan bahwa nantinya akan disiapkan dukungan anggaran untuk perawatan Monumen Juang tersebut sehingga keberadaannya tetap terjaga dan dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah daerah.

Lebakbarang Pernah Menjadi Pusat Pemerintahan Darurat

Lebakbarang memiliki catatan sejarah yang sangat penting dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia, khususnya pada masa Agresi Militer Belanda I tahun 1947.

Ketika tentara Belanda yang diboncengi NICA dan pasukan Gorkha kembali melakukan agresi pada Juli 1947, Pemerintah Karesidenan dan Kabupaten Pekalongan harus menyingkir dan mengungsi dari pusat pemerintahan.

Lebakbarang kemudian dipandang sebagai salah satu wilayah yang relatif aman. Pusat pemerintahan Karesidenan dan Kabupaten Pekalongan pun sempat dipindahkan ke wilayah tersebut.

Selama kurang lebih satu bulan, para pejabat pemerintahan menjalankan aktivitas pemerintahan dari Lebakbarang. Kantor Residen dan kantor Bupati disebut menempati Rumah Pesanggrahan milik seorang Belanda bernama Thomas, sementara sejumlah instansi lainnya menggunakan rumah-rumah penduduk sebagai tempat menjalankan pemerintahan.

Namun, situasi keamanan kembali berubah. Pada suatu pagi buta, pasukan Belanda menyerang dari arah utara melalui Desa Mendolo dan Desa Kutorembet. Serangan tersebut mengakibatkan dua orang pegawai staf Karesidenan Pekalongan gugur.

 

Para pejabat pemerintahan kemudian menyelamatkan diri dengan berpindah ke sejumlah desa, antara lain Tembelangunung, Pamutuh, Depok dan Wonosido. Pusat pemerintahan selanjutnya bergerak menuju wilayah Dieng, Wonosobo hingga Magelang.

Monumen Perjuangan Dibangun sebagai Pengingat Sejarah

Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, khususnya peran Lebakbarang sebagai pusat pemerintahan darurat Karesidenan dan Kabupaten Pekalongan sekaligus basis pertahanan wilayah selatan, Monumen Perjuangan kemudian dibangun pada tahun 1962.

Monumen tersebut awalnya memiliki tinggi kurang lebih dua meter dan berada di pinggir Jalan Mahameru, tepatnya di depan Mushola Al Ikhlas, Kecamatan Lebakbarang.

Seiring waktu, berdasarkan pertimbangan para bekas pejuang, tokoh masyarakat dan pemerintah, pada tahun 2002 monumen tersebut dipindahkan sekaligus direnovasi ke halaman Rumah Dinas Camat Lebakbarang. Di lokasi tersebut, Monumen Juang hingga kini masih berdiri.

Keberadaan monumen tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi pengingat atas perjuangan masyarakat dan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya.”

Karena itu, rencana penetapan Monumen Juang Lebakbarang sebagai aset Pemerintah Kabupaten Pekalongan diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga warisan sejarah daerah.

Dengan adanya status aset yang jelas serta dukungan anggaran pemeliharaan, Monumen Juang diharapkan dapat ditata dan dirawat dengan lebih baik. Selain menjadi simbol perjuangan, keberadaannya juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda sekaligus memperkuat identitas sejarah Kecamatan Lebakbarang dan Kabupaten Pekalongan.

 

Admin Rofi

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *