Viral Kritik Berbuah Perbaikan, Cicir Apresiasi Respon Cepat PLT Bupati Sukirman: “Wakil rakyat tidak berfungsi sesuai tupoksinya

  • Bagikan
Oplus_16908288

Viral Kritik Berbuah Perbaikan, Cicir Apresiasi Respon Cepat PLT Bupati Sukirman: “Wakil rakyat tidak berfungsi sesuai tupoksinya

SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – 25-April-2026- Mas Nuzaik yang akrab disapa Cicir kembali menyampaikan tanggapan melalui akun TikTok miliknya, kali ini bernada positif. Setelah sebelumnya menyampaikan kritik keras yang viral terkait kondisi jalan rusak di Jalan Raya Mligo, Kabupaten Pekalongan, kini ia justru melontarkan pujian dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLT Bupati Pekalongan, Sukirman, atas respon cepat yang ditunjukkan.

Bahkan, dalam ucapannya yang santai dan penuh kekaguman, Cicir menyebut Sukirman sebagai PLT Bupati paling ganteng. Apresiasi tersebut ia sampaikan sebagai bentuk sikap objektif, melihat bahwa keluhan yang disuarakan langsung ditindaklanjuti dengan nyata oleh pemerintah daerah.

“Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pak Sukirman. Bapak ini PLT Bupati paling ganteng deh! Ini adalah bentuk tanggung jawab beliau sebagai pemimpin daerah, dan kami sebagai masyarakat juga harus sportif dalam menilai kinerja pemerintah,” ujarnya.

Meski memuji langkah yang diambil saat ini, Cicir menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan sebelumnya bukan ditujukan kepada sosok Pak Sukirman secara pribadi, melainkan menyikapi realita yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Ia menyebut kerusakan jalan di lokasi tersebut bukan masalah baru, namun telah dibiarkan sejak kepemimpinan sebelumnya.

“Kenapa kami berani bersuara? Karena kondisi di lapangan memang sekejam itu. Masyarakat sudah lama menderita dan kesulitan, jalan rusak ini sama sekali tidak pernah diperhatikan sejak rezim pemerintahan yang lalu,” tegasnya.

Selain membahas kinerja eksekutif, Cicir juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, selama ini peran legislator dalam menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat belum berjalan sesuai tugas dan fungsinya.

“Kita ini sebenarnya sudah punya wakil rakyat yang duduk di legislatif. Tapi sayangnya, fungsi pengawasan dan perjuangan aspirasi itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akhirnya, masyarakat sendiri yang harus turun tangan dan menjadi pengawas langsung di lapangan,” jelasnya.

Ia juga mengkritik pola penyerapan aspirasi yang dinilai tidak merata dan hanya menyentuh kalangan tertentu saja. Akibatnya, permasalahan mendasar seperti kerusakan jalan tidak pernah terselesaikan dan berlarut-larut.

“Banyak dikatakan aspirasi sudah diserap, tapi faktanya hanya untuk kepentingan kelompok atau orang-orang tertentu saja. Buktinya jelas, jalan rusak ini bertahun-tahun kondisinya tetap sama dan tidak pernah tersentuh perbaikan,” ungkapnya.

Cicir menambahkan, kondisi inilah yang membuat masyarakat akhirnya memilih terlibat dalam dinamika politik dan pengawasan pemerintahan dari luar sistem, sebagai bentuk kontrol sosial.

“Kita tetap ikut terlibat dalam mengawal jalannya pemerintahan, memang dari luar saja. Karena kalau dari dalam, ruang dan aksesnya dirasa belum memungkinkan bagi kita masyarakat luas,” pungkasnya.

Perbaikan Jalan Raya Mligo yang kini mulai dilakukan diharapkan menjadi awal dari perubahan positif. Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa suara masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, mampu mendorong respon cepat dan solusi dari pemerintah daerah.

Redaksi Sahabat NKRI

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *