SAHABATNKRI.COM | PEKALONGAN – Sebuah video kritik yang disampaikan warga terkait kondisi jalan rusak di wilayah Bligo sempat viral di media sosial. Dalam konten tersebut, warga menyampaikan keluhan dengan nada dan pilihan kata yang dinilai cukup keras, bahkan dianggap melampaui batas norma serta kurang memperhatikan tata krama berkomunikasi.
Menanggapi viralnya video tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, justru menunjukkan sikap yang sangat bijaksana dan dewasa. Alih-alih terpancing emosi atau mengambil tindakan represif, pemimpin daerah ini memilih menyikapinya dengan pendekatan yang humanis dan solutif.
Sukirman menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyimpan rasa dendam maupun kemarahan pribadi terhadap warga yang menyampaikan kritik tersebut. Ia juga memastikan secara tegas bahwa tidak akan ada tindakan kekerasan, intimidasi, maupun langkah hukum yang memberatkan terhadap yang bersangkutan.
“Kami melihat ini sebagai bagian dari ekspresi masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasinya. Bagaimana cara penyampaiannya itu urusan budaya dan etika, tapi yang paling utama bagi kami adalah substansi keluhannya. Tugas kami adalah segera merespons dan menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Sukirman.
Lebih dari itu, Sukirman bahkan berkomitmen untuk membangun komunikasi yang lebih baik dengan warga tersebut melalui pendekatan persahabatan dan dialog terbuka. Ia berpandangan, meskipun kritik disampaikan dengan cara yang kurang tepat dan berkesan kasar, namun pesan yang disampaikan tetap merupakan masukan penting yang harus didengar oleh pemerintah.
“Kalau sudah bicara soal kepentingan umum dan kenyamanan warga, kita harus mengesampingkan ego. Kritik sekalipun disampaikan dengan cara yang kurang enak didengar, tetap ada benarnya yang harus kita perhatikan,” tambahnya.
Sukirman juga menegaskan langkah konkret yang akan segera diambil. Pemerintah daerah akan mengkaji dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi keluhan warga Bligo tersebut. Menurutnya, kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat berlalu lintas adalah prioritas utama yang harus segera diwujudkan.
Sikap terbuka, tidak reaktif, dan berfokus pada solusi yang ditunjukkan oleh Sukirman ini pun mendapatkan apresiasi luas dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa pendekatan dialogis seperti ini merupakan contoh kepemimpinan yang tepat dalam menyikapi dinamika dan kritik yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk yang tersebar melalui media sosial.
Dengan adanya komitmen tersebut, diharapkan persoalan jalan rusak di wilayah Bligo dapat segera teratasi, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Redaksi Sahabat NKRI














