Pekan Raya Kajen 2026 Resmi Ditutup, Sekda Pekalongan: PRK Harus Dievaluasi dan Dikembangkan Lebih Baik

  • Bagikan

SAHABATNKRI.COM | KAJEN – Rangkaian kegiatan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 resmi ditutup pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, panitia, peserta, pelaku UMKM, insan seni dan budaya, serta masyarakat. Plt. Bupati Pekalongan Sukirman berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Sekda Mohammad Yulian Akbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan PRK 2026 selama sepekan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan atas nama Plt. Bupati, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan Pekan Raya Kajen ini,” ujar Mohammad Yulian Akbar.

Menurutnya, pelaksanaan PRK tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, pelaku UMKM, serta berbagai unsur lainnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada ketua panitia beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih kepada ketua panitia beserta kawan-kawan dan seluruh peserta yang telah bekerja selama satu minggu ini,” ungkapnya.

Perputaran Ekonomi Capai Sekitar Rp11.5 Miliar

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyinggung laporan panitia terkait dampak ekonomi selama pelaksanaan PRK 2026. Berdasarkan laporan yang disampaikan panitia, kegiatan tersebut mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai sekitar Rp11.5 miliar.

Menurut Yulian, capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan PRK memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi lokal.

“Alhamdulillah output dan hasilnya baik. Ini tentu menjadi hal yang patut kita apresiasi,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan PRK tetap perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya dapat semakin baik.

Tidak Semua Kegiatan Harus Bergantung pada APBD

Mohammad Yulian Akbar juga menekankan pentingnya kreativitas dalam menggelar berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan seni dan budaya.

Menurutnya, tidak semua kegiatan harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran pemerintah, kata dia, harus diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat yang bersifat mendasar.

“Tidak semua kegiatan harus berbasis APBD. APBD yang penting digunakan untuk hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti pelayanan kesehatan dan beasiswa pendidikan,” tegasnya.

Sementara untuk kegiatan seni, budaya dan kreativitas masyarakat, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga kegiatan tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya membebani anggaran daerah.

Dorong Panggung Seni Berkelanjutan

Sekda juga menyampaikan harapan agar panggung kesenian yang telah menjadi bagian dari PRK tidak berhenti hanya pada momentum Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.

Ia berharap kegiatan seni dan budaya dapat terus diberikan ruang dan apresiasi secara rutin, baik mingguan maupun bulanan, sehingga para pelaku seni dan budaya di Kabupaten Pekalongan memiliki wadah untuk berkarya.

“Insyaallah kita ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku dan pelatih kesenian. Tahun depan kita harapkan kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus melayani dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkreasi serta mengembangkan potensi daerah.

PRK 2027 Harus Lebih Baik

Menutup sambutannya, Mohammad Yulian Akbar menyampaikan bahwa pelaksanaan PRK 2026 akan menjadi bahan evaluasi bersama.

Ia berharap siapa pun yang nantinya bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat menjadikan evaluasi tahun ini sebagai pijakan untuk menghadirkan PRK yang lebih baik pada tahun mendatang.

“PR besar kita adalah memperbaiki PRK agar jauh lebih baik dari ini. Jangan cepat puas dan jangan terbatas dalam berkreasi,” pesannya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama mendukung berbagai program pembangunan dan kegiatan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin terus melayani warganya. Kami mohon bimbingan dan masukan dari seluruh warga Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya rangkaian acara penutupan tersebut, Pekan Raya Kajen 2026 resmi ditutup. Namun, semangat kebersamaan, kreativitas, pengembangan UMKM, serta pelestarian seni dan budaya diharapkan terus berlanjut setelah berakhirnya gelaran PRK tahun ini.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *